Jakarta, 20 Maret 2026 – Dalam wawancara eksklusif Mata Najwa yang disiarkan Narasi, Presiden Prabowo Subianto memberikan jawaban tegas terkait kasus teror air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Prabowo menegaskan bahwa pengusutan tidak akan berhenti hanya pada pelaku lapangan, melainkan harus mencapai dalang di belakangnya.
“Harus kita usut, bukan hanya pelaku lapangan, tapi siapa yang suruh, siapa yang bayar, usut sampai aktornya,” kata Presiden Prabowo langsung menjawab pertanyaan Najwa Shihab di Hambalang, Selasa (17 Maret 2026). (Timestamp wawancara: 1:17:10)
| Presiden Prabowo Janji Usut Tuntas Serangan Air Keras pada Aktivis KontraS hingga ke Aktor Intelektual – “Harus Kita Usut Sampai yang Bayar” Gbr: Yotube Narasi |
Prabowo menekankan bahwa kasus ini merupakan terorisme dan tidak akan ada impunitas, bahkan bagi pejabat negara sekalipun. Ia juga menjawab kekhawatiran Najwa mengenai semakin menyempitnya ruang aman bagi kritik dan aktivis.
“Soal ruang aman bersuara, saya jamin itu aman. Kalau ada yang merasa tidak aman, itu karena provokasi atau false flag,” ujarnya tegas (Timestamp: 1:18:50).
Isu Lain yang Dibahas Prabowo di Mata Najwa (Part 1)
Wawancara ini juga menyentuh berbagai isu krusial nasional dan internasional:
1. Ketahanan Pangan & Energi Prabowo mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perang sumber daya, mengutip hukum Thucydides dan prinsip Vegetius “If you want peace, prepare for war”. Ia mencontohkan Iran yang bertahan puluhan tahun di bawah sanksi.
2. Budaya Laporan Palsu (ABS) Menjawab pertanyaan Retno Pinasti, Prabowo mengkritik keras budaya “menyenangkan atasan dengan laporan bohong”. Ia menceritakan pengalaman di militer dan langkah konkret yang sudah diambil, termasuk menutup lebih dari 1.000 dapur dan membuka kanal pengaduan masyarakat.
3. Unjuk Rasa & Penyusutan Kelas Menengah Menanggapi Chatib Basri, Prabowo mengakui 80% lapangan kerja baru tahun 2019–2024 masih informal. Solusinya, menurut dia, adalah transformasi industri dan hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas.
4. Efisiensi Anggaran & Harga Minyak Muhammad Faisal bertanya soal subsidi yang membengkak akibat harga minyak dunia. Prabowo menyebut sudah menghemat Rp 308 triliun dengan memangkas pemborosan (upacara, perjalanan dinas, dll) dan mempercepat swasembada energi (target 100 GW solar dalam 2 tahun).
5. Board of Peace (BoP) dan Perang AS-Israel vs Iran Menjawab Mardigu Wowiek, Prabowo menjelaskan posisi Indonesia saat ini: “Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold. Ya saya sudah umumkan, Menteri Luar Negeri sudah umumkan bahwa sekarang kita tangguhkan. On hold, sampai penjelasan lebih jelas.” (Timestamp: 1:30:28)
Kesimpulan Wawancara
Najwa Shihab menutup segmen ini dengan nada kritis namun Prabowo tetap tenang dan memberikan jaminan langsung kepada publik. Wawancara Part 1 ini menjadi sorotan karena menunjukkan sikap tegas Prabowo terhadap isu hak asasi manusia, keamanan aktivis, dan diplomasi internasional di tengah ketegangan global.
Video lengkap Mata Najwa ini sudah ditonton lebih dari 474 ribu kali dalam waktu kurang dari 24 jam sejak diunggah 19 Maret 2026.