Update Terkini Perang Iran vs Israel dan AS di Bawah Trump: Israel Janji Eskalasi Serangan, Trump Tahan Serangan Energi 10 Hari Lagi

Jakarta – Konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang melibatkan Presiden Donald Trump memasuki pekan keempat dengan eskalasi baru yang mengkhawatirkan. Menurut live update CNN pada 27 Maret 2026, Israel menyatakan akan “meningkatkan dan memperluas” serangan terhadap Iran, sementara Trump memutuskan menunda serangan terhadap situs energi Iran selama 10 hari lagi karena “pembicaraan sedang berlangsung” dengan Teheran.

Perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini telah menimbulkan korban jiwa dan krisis kemanusiaan yang parah, termasuk penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran yang mengganggu pasokan minyak global.

Update Terkini Perang Iran vs Israel dan AS di Bawah Trump: Israel Janji Eskalasi Serangan, Trump Tahan Serangan Energi 10 Hari Lagi

Pernyataan Trump dan Diplomasi AS

Presiden Donald Trump melalui juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa AS tidak berencana mengirim pasukan darat ke Iran saat ini. Trump juga memberikan jeda 10 hari tambahan untuk menghindari serangan pada fasilitas energi Iran, dengan harapan negosiasi dapat membuahkan hasil. “Talks are ongoing,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dalam update CNN.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terlibat dalam diskusi G7 untuk membahas kemungkinan negosiasi dengan Iran, meski Rusia terus mendukung Teheran.

Israel Siap Eskalasi Serangan

Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mundur. Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa serangan terhadap Iran “akan meningkat dan meluas” sebagai respons terhadap tembakan rudal Iran. “Kami akan terus memburu pemimpin dan komandan rezim teror tersebut serta menghancurkan kemampuan strategisnya,” tegasnya.

Serangan rudal balistik Iran ke Israel selatan yang dekat dengan situs nuklir Dimona beberapa waktu lalu semakin memanaskan situasi.

Korban dan Dampak Kemanusiaan

Menurut Palang Merah Iran, setidaknya 1.900 orang tewas dan 20.000 lainnya terluka di Iran sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai. Di pihak AS, 303 tentara terluka, mayoritas karena cedera otak traumatis.

Lebanon juga mengalami “bencana kemanusiaan” dengan lebih dari 1 juta orang mengungsi akibat serangan Israel. Rumah sakit di negara itu hanya memiliki persediaan obat untuk dua minggu lagi, dan 53 tenaga medis tewas serta 117 lainnya terluka, menurut WHO.

Selat Hormuz Ditutup: Ancaman Krisis Energi Global

Pasukan IRGC Iran telah memutar balik tiga kapal dari berbagai negara di Selat Hormuz pagi ini. “Presiden AS berbohong ketika mengatakan Selat Hormuz terbuka. Jalur ini tertutup dan setiap perlintasan akan direspons dengan keras,” tegas media semi-resmi Fars yang dikutip CNN.

Langkah ini memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Filipina yang menyatakan darurat energi.

Kutipan Penting dari Pihak Iran

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS:

“Bagaimana mungkin AS yang bahkan tidak bisa melindungi tentaranya sendiri di pangkalan regional dan malah menyembunyikan mereka di hotel dan taman, bisa melindungi mereka di tanah kami?”

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebutkan dalam kondisi sehat dan tetap memimpin negara meski jarang muncul di publik karena alasan keamanan.

Sumber Berita

Artikel ini disusun berdasarkan live update CNN edisi 27 Maret 2026: Sumber primer: CNN, dengan verifikasi silang dari pernyataan resmi IRGC, pemerintah Israel, dan organisasi internasional seperti PBB dan WHO.

Baca Juga :

Situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis. Pantau terus update terbaru karena setiap jam dapat membawa perkembangan baru yang memengaruhi stabilitas regional dan harga energi global. Bagaimana menurut Anda, apakah diplomasi Trump mampu meredakan konflik ini? Tulis komentar di bawah!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

LihatTutupKomentar