Jakarta, 20 Maret 2026 – Konflik antara Israel (didukung AS) dan Iran memasuki hari ke-21 dengan eskalasi baru. Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk, sebagai respons atas serangan Israel ke ladang gas South Pars (ladang gas alam terbesar dunia, bersama Qatar). Serangan ini menyebabkan harga minyak Brent melonjak lebih dari 60% sejak perang dimulai, memicu kekhawatiran krisis energi global.
| Berita Terkini dari AP News Live Blog (20 Maret 2026): Iran Balas Serang Fasilitas Energi Teluk setelah Israel Bom Ladang Gas South Pars – Harga Minyak Melonjak |
Menurut laporan live update AP News (diperbarui hingga pagi 20 Maret 2026 WIB), Iran menargetkan:
- Kilang minyak Saudi di Laut Merah.
- Fasilitas gas alam cair (LNG) di Qatar.
- Dua kilang minyak Kuwait (Mina Al-Ahmadi terkena dua kali oleh drone, menyebabkan kebakaran; kilang ini memproses 730.000 barel/hari).
- Kerusakan ringan pada kilang minyak Israel.
Israel membalas dengan serangan udara ke Tehran pada hari Nowruz (Tahun Baru Persia), serta menargetkan pos militer Suriah (termasuk pusat komando dan gudang senjata) setelah serangan terhadap komunitas Druze di Sweida. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Iran "tidak lagi mampu memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik" – tujuan perang yang disebutkan administrasi Trump. Netanyahu juga mengumumkan Israel menahan serangan lanjutan ke ladang gas Iran atas permintaan Presiden AS Donald Trump, meski sebelumnya Israel "bertindak sendiri" dalam serangan South Pars.
Pernyataan Penting Pemimpin
Benjamin Netanyahu (PM Israel): "Iran no longer has the ability to enrich uranium or make ballistic missiles" (tujuan perang dari pemerintahan Trump). Ia menegaskan Israel menghentikan serangan ke ladang gas atas permintaan Trump.
Ayatollah Mojtaba Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran baru): "Enemies’ ‘security must be taken away’" setelah pembunuhan menteri intelijen Iran.
Juru Bicara Pengawal Revolusi Iran (Gen. Ali Mohammad Naeini, tewas dalam serangan udara): Sebelum meninggal, ia bersikeras Tehran "masih membangun rudal" dan industri rudal mendapat nilai "20" (sempurna), bahkan di tengah perang.
Dampak Global:
- Harga minyak Brent naik tajam, memicu lonjakan harga bahan bakar dunia.
- Lalu lintas di Selat Hormuz terganggu, meski ~90 kapal masih melintas.
- Korban jiwa: Lebih dari 1.300 tewas di Iran, 15 di Israel, 13 tentara AS, ribuan di Lebanon (1 juta mengungsi).
- Pentagon meminta tambahan dana $200 miliar untuk perang.
- Masjid Al-Aqsa ditutup untuk salat Idul Fitri (pertama sejak 1967 karena keamanan perang).
- Fasilitas terkait Iran di Dubai ditutup atas tuduhan penyalahgunaan.
Konflik ini semakin menunjukkan perbedaan pandangan antara Trump dan Netanyahu terkait strategi perang, dengan Trump menekankan tidak ingin serangan berulang ke fasilitas energi Iran. Situasi tetap dinamis, dengan risiko eskalasi regional tinggi dan dampak ekonomi bagi negara seperti Indonesia (impor minyak besar).
Sumber utama: AP News Live Blog "Iran war Israel Trump" (diperbarui 20 Maret 2026). Pantau update langsung untuk perkembangan terbaru, karena situasi berubah cepat.
Perang Iran 2026, AS-Israel vs Iran, South Pars diserang, harga minyak naik, Selat Hormuz terganggu, krisis energi global, Netanyahu Iran, Trump perang Iran, dampak ekonomi minyak, berita Timur Tengah