IHSG Menguat 1,8% dalam 3 Hari – Asing Net Buy Rp 2,4 Triliun, Sektor Konsumsi & Bank Jadi Penggerak Utama

Jakarta, 4 Maret 2026 – Archipelago Insight

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Dalam tiga hari perdagangan terakhir (2–4 Maret 2026), IHSG menguat 1,80% secara kumulatif, ditutup pada level 7.612,45 (data penutupan 4 Maret pukul 16:00 WIB).

Investor asing mencatatkan net buy signifikan sebesar Rp 2,42 triliun di pasar reguler selama periode tersebut — nilai tertinggi dalam satu minggu terakhir. Penguatan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif domestik dan sinyal moneter global yang lebih longgar.

 


Faktor Utama Penguatan IHSG

  1. Penurunan yield US Treasury & sinyal pemotongan suku bunga The Fed Yield US Treasury 10-tahun turun ke kisaran 4,12% (terendah dalam 3 minggu), setelah komentar dovish dari beberapa anggota FOMC yang membuka peluang pemotongan suku bunga lagi pada Mei 2026.

    “Pasar mulai pricing-in probabilitas 65–70% The Fed akan potong suku bunga 25 bps di Mei. Ini menciptakan aliran dana ke emerging market termasuk Indonesia.” — Analis Senior Bahana Sekuritas, dikutip dari Kontan.co.id (4 Maret 2026)

  2. Inflasi domestik lebih rendah dari ekspektasi BPS melaporkan inflasi bulanan Februari 2026 hanya 0,18% (month-to-month), lebih rendah dari konsensus 0,25–0,30%. Inflasi tahunan (yoy) tercatat 2,45%, masih berada di bawah sasaran BI 2,5±1%.

    Data ini memberi ruang bagi BI untuk mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada rapat mendatang, sekaligus menjaga daya tarik aset rupiah.

  3. Driver utama: sektor konsumsi & perbankan

    • Sektor konsumsi naik 2,9–3,4% (UNVR +3,6%, ICBP +3,1%, MYOR +2,8%).
    • Sektor perbankan menguat 2,1–2,7% (BBCA +2,4%, BMRI +2,6%, BBRI +2,1%).

    Kedua sektor ini menyumbang sekitar 62% dari total penguatan IHSG dalam tiga hari.

Data Ringkas 3 Hari Terakhir (2–4 Maret 2026)

TanggalIHSG PenutupanPerubahan HarianNet Buy Asing (Rp Tn)Volume (Miliar Saham)
2 Maret7.478,12+0,68%+0,9118,4
3 Maret7.545,89+0,91%+0,7819,1
4 Maret7.612,45+0,88%+0,7320,2
Total+1,80%+2,42

Sumber: Bursa Efek Indonesia & RTI Business (real-time 4 Maret 2026)

Prospek ke Depan

Analis dari beberapa sekuritas memberikan pandangan berikut:

  • Bahana Sekuritas: Target IHSG akhir Maret 2026 7.750–7.850 jika yield US Treasury tetap di bawah 4,2% dan inflasi domestik terkendali.
  • Mandiri Sekuritas: Potensi koreksi jangka pendek jika konflik Timur Tengah kembali memanas, tapi tren jangka menengah tetap bullish selama BI-Rate stabil.
  • Samuel Sekuritas: Rekomendasi overweight pada sektor konsumsi primer, perbankan, dan telekomunikasi.

Kesimpulan Penguatan IHSG kali ini lebih didorong oleh faktor fundamental domestik (inflasi rendah + stabilitas BI-Rate) dan sentimen global yang membaik (penurunan yield AS), bukan hanya spekulasi jangka pendek. Investor asing kembali masuk menunjukkan bahwa Indonesia masih dianggap sebagai salah satu destinasi menarik di antara emerging market Asia.

Sumber & Referensi Utama

  • Bursa Efek Indonesia – Data perdagangan harian 2–4 Maret 2026
  • Badan Pusat Statistik – Rilis Inflasi Februari 2026 (3 Maret 2026)
  • Kontan.co.id – “IHSG Menguat 1,8%, Asing Borong Rp 2,4 Triliun” (4 Maret 2026)
  • Bisnis.com – “Yield US Treasury Turun, IHSG Berpotensi ke 7.800” (4 Maret 2026)
  • Laporan harian Mandiri Sekuritas & Bahana Sekuritas (4 Maret 2026)
LihatTutupKomentar