Konflik ini merupakan eskalasi militer terbesar di Timur Tengah sejak 2026, dimulai pada 28 Februari 2026 dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Perang ini telah memasuki hari ke-4 (per 3 Maret 2026) dan terus meluas, melibatkan serangan udara, rudal, drone, serta dampak ekonomi global (penutupan Selat Hormuz & lonjakan harga minyak). Berikut ringkasan lengkap berdasarkan berita terkini dari sumber kredibel seperti Al Jazeera, CNN, Reuters, NYT, BBC, dan laporan resmi.
![]() |
| Detail Perang AS-Israel vs Iran. |
Kronologi Utama (Hingga 3 Maret 2026)
- 28 Februari 2026 (Hari 1): AS & Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Tehran dan target militer Iran. Serangan ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, dan puluhan petinggi IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). Tujuan resmi AS-Israel: menghancurkan kemampuan rudal, nuklir, dan angkatan laut Iran, serta mengakhiri dukungan Iran ke kelompok militan (Hezbollah, Houthi, dll.).
- 1 Maret 2026 (Hari 2): Iran membalas dengan ratusan rudal balistik & drone ke Israel, Lebanon, dan basis AS di Teluk (Irak, Bahrain, Qatar, UAE). Serangan mencakup target energi & militer. Israel & AS melanjutkan serangan ke Tehran & Beirut (target Hezbollah).
- 2 Maret 2026 (Hari 3): Iran menutup Selat Hormuz (jalur minyak vital dunia, ~20% pasokan minyak global). Serangan drone Iran mengenai Kedutaan Besar AS di Riyadh (Saudi Arabia) menyebabkan kerusakan ringan & kebakaran kecil. Israel menyerang kembali Tehran (termasuk stasiun TV negara Iran) & Beirut. Presiden Trump menyatakan perang bisa berlangsung 4–5 minggu atau lebih lama ("big wave" serangan masih akan datang).
- 3 Maret 2026 (Hari 4 – Update Pagi/Siang):
- Israel melanjutkan serangan ke Tehran & Beirut (target pusat komando Hezbollah & gudang senjata).
- Iran memperluas serangan balasan ke target AS & sekutu di Teluk (termasuk fasilitas energi di UAE & Qatar).
- Ledakan & sirene pertahanan udara terdengar di Tel Aviv, Eilat, & West Jerusalem (intersepsi rudal Iran).
- AS mengirimkan penguatan tambahan (jet tempur, kapal induk, rudal) ke Timur Tengah.
- Korban sementara: >600 tewas (mayoritas sipil di Iran & Lebanon), ratusan luka-luka di berbagai negara.
- Dampak ekonomi: Harga minyak dunia melonjak tajam (Brent Crude >US$ 100+/barel); penerbangan internasional di kawasan terganggu (penutupan ruang udara Israel, UAE, dll.).
Pernyataan Kunci dari Pemimpin
- Donald Trump (Presiden AS): “Kita akan menang dengan mudah. Perang ini bisa berlangsung 4–5 minggu atau lebih lama jika diperlukan. Tujuan: hancurkan rudal, angkatan laut, nuklir Iran, dan hentikan dukungan ke teroris.”
- Benjamin Netanyahu (PM Israel): “Ini bukan perang tanpa akhir. Bisa cepat dan tegas, tapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun.”
- Pemerintah Iran: Mengutuk serangan sebagai “pelanggaran Piagam PBB” dan menyatakan hak bela diri. Menargetkan “kehadiran AS di kawasan”, bukan negara tetangga secara langsung.
Dampak Global & Regional
- Ekonomi: Lonjakan harga minyak & gas → inflasi global naik. PBB menyerukan percepatan energi terbarukan.
- Penerbangan: Puluhan penerbangan dibatalkan (termasuk dari Jakarta/Soekarno-Hatta ke Timur Tengah).
- Diplomasi: PBB & banyak negara menyerukan gencatan senjata. AS mengevakuasi warganya dari kawasan.
- Risiko Eskalasi: Ancaman penutupan Selat Hormuz bisa picu krisis energi dunia. Potensi keterlibatan negara lain (Saudi, UAE, Lebanon, Irak).

