Jakarta, 2 Maret 2026 – Archipelago Insight
Menjelang Ramadan 1447 H yang diperkirakan dimulai akhir Februari atau awal Maret 2026, harga sembako kembali menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terkini dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, dan pantauan pasar, harga cabai, daging sapi, daging ayam, serta beberapa komoditas pokok lainnya diprediksi mengalami kenaikan signifikan.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan 2026
- Peningkatan permintaan musiman Kebutuhan rumah tangga melonjak 20–40% untuk keperluan sahur, berbuka, dan hidangan Lebaran.
- Gangguan cuaca & produksi Transisi La Niña ke kondisi netral (Maret–April 2026) menyebabkan curah hujan tidak merata, mengganggu panen cabai, bawang, dan sayur di Jawa, Sumatera, serta Sulawesi.
- Biaya logistik & BBM Kenaikan harga minyak dunia (Brent ~$110/barel) akibat konflik Timur Tengah membuat ongkos angkut naik, terutama untuk distribusi dari sentra produksi ke kota besar.
- Inflasi pangan yang sudah tinggi Inflasi pangan Januari–Februari 2026 sudah mencapai 5,8–6,2% (BPS), memberikan tekanan tambahan menuju Ramadan.
Prediksi Kenaikan Harga Komoditas Utama (Maret–April 2026)
- Cabai Rawit Merah Saat ini Rp 45.000–Rp 55.000/kg → prediksi Ramadan: Rp 70.000–Rp 90.000/kg (kenaikan 40–70%).
- Cabai Merah Besar Saat ini Rp 48.000–Rp 60.000/kg → prediksi: Rp 75.000–Rp 100.000/kg (kenaikan 50–80%).
- Daging Sapi Saat ini Rp 120.000–Rp 135.000/kg → prediksi: Rp 150.000–Rp 170.000/kg (kenaikan 20–30%).
- Daging Ayam Ras Saat ini Rp 38.000–Rp 42.000/kg → prediksi: Rp 48.000–Rp 55.000/kg (kenaikan 20–35%).
- Telur Ayam Ras Saat ini Rp 28.000–Rp 32.000/kg → prediksi: Rp 35.000–Rp 42.000/kg (kenaikan 20–35%).
- Bawang Merah Saat ini Rp 35.000–Rp 45.000/kg → prediksi: Rp 55.000–Rp 75.000/kg (kenaikan 50–70%).
- Gula Pasir Saat ini Rp 16.000–Rp 18.000/kg → prediksi: Rp 19.000–Rp 22.000/kg (kenaikan 15–25%).
Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat & Pemerintah?
Bagi masyarakat:
- Mulai stok bahan pokok tahan lama (beras, minyak goreng, gula) secara bertahap sejak sekarang.
- Beralih ke protein alternatif (ikan, tempe, tahu) saat harga daging tinggi.
- Manfaatkan pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), atau program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bapanas.
- Hindari panic buying agar tidak memperburuk kenaikan harga.
Bagi pemerintah:
- Tingkatkan operasi pasar dan impor strategis untuk cabai, bawang, dan daging sapi.
- Perketat pengawasan distribusi dan razia kartel/penimbun.
- Pastikan subsidi pupuk & benih tepat sasaran agar produksi petani meningkat.
Kesimpulan
Ramadan 2026 berpotensi menjadi periode inflasi pangan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir jika tidak ada intervensi cepat. Kenaikan harga cabai rawit dan daging sapi diprediksi paling signifikan, mencapai 40–80% dari level saat ini. Masyarakat diimbau bijak dalam belanja, sementara pemerintah perlu menjaga stabilitas pasokan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Sumber: Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, BPS, Panel Harga Bapanas, Antara, Kompas.com (data hingga 1 Maret 2026) Analisis independen oleh Archipelago Insight

